Minggu, 30 Agustus 2015

Serunya Kelas Membuat Cupcake nan Cantik



Choco Orange Cupcake

Mocha Almond Cupcake

Cupcake Hias nan Cantik

Cupcake Hias nan Cantik

Siapa yang tak kenal cupcake?  Cake yang tampilannya imut nan lucu ini, masih menjadi tren topik di semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Tak sedikit dari mereka pun penasaran bagaimana cara membuat dan menghias cupcake sehingga menjadi cantik.

Sabtu (15/11), rasa penasaran tersebut terpuaskan saat 4 peserta dari Surabaya mengikuti kursus privat membuat cupcake. Bertempat di kampus Akademi Pariwisata Majapahit di jalan Raya Jemursari 244 Surabaya, para peserta cupcake class ini dengan serius menggali apa yang diajarkan oleh Chef Renny Savitri, dosen pastry dari Akpar Majapahit.
Chef Renny sebagai pengajar cupcake berpengalaman, pagi itu mengajarkan tentang bagaimana cara membuat 3 resep adonan cupcake (green tea cupcake, mocha almond cupcake dan choco orange cupcake) yang baik dan benar. Sehingga menjadi cake mungil yang super enak dan menggoda selera. Tak lupa pula dia pun mengajarkan seluk beluk cara menghias cupcake menggunakan bahan buttercream, ganache dan foundant warna-warni, agar terlihat imut dan cantik.
yang dibuat diantaranya, Para peserta pun lalu mempraktekkan cara menghias cupcakenya masing-masing. Mereka mulai berkreasi sesuai imajinasinya. Tak sedikit yang nampak semangat berkreasi ketika menghias, namun tak sedikit pula yang kebingungan.
Tetapi justru kebingunan tersebut yang membuat semangat mengikuti kursus ini. Sebab diakhir kursus, cupcake yang sudah peserta buat dan hias bisa dibawa pulang untuk keluarga dirumah. Dan pastinya, peserta yang ikut kursus dijamin pulangnya langsung bisa bikin sendiri dirumah. Karena pembuatan cupcake ini cukup simpel, namun agar cupcake makin cantik memang dibutuhkan kreatifitas. 
Nah, untuk teman-teman yang tertarik dan ingin mengikuti kursus kue ataupun masakan lainnya, silahkan menghubungi atau silahkan datang langsung ke Kampus Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya, Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya  Telp. 031-8433224, 8433225, 81639992, 081332003300, 0817321024, Fax. 031-8432050 (www.tristarculinaryinstitute.com). Ditunggu, ya……… *Upi

Hasil cupcake sebelum dihias 

Suasana Kelas Kursus 

Peserta praktik sendiri membuat adonan cupcake

Peserta praktik Sendiri menyemprot adonan cupcake



Sesi Foto Bersama Peserta & Chef Renny Savitri

Minggu, 23 Agustus 2015

Kursus Maccaron Peserta Langsung Praktek - Resep Macaron Anti Gagal

Terpikat Imut & Manisnya Macaron

Meski terbilang sudah lama populer di belahan bumi Eropa khususnya Perancis, nama kue macaron hingga kini masih naik daun di dunia pastry. Seperti yang dilakukan 3 remaja, peserta yang datang dari Surabaya dan Solo ini tergoda untuk mengikuti kursus privat pembuatan Macaron di kampus Akpar Majapahit. Tak sedikit dari mereka pun penasaran bagaimana cara membuat macaron dengan hasil sempurna. Penasaran... ?
Tampilan kuenya yang elegan dengan warna cerah membuat harga jual macaron masih terbilang mahal di pasaran Indonesia. Teksturnya yang renyah di luar tetapi lembut di dalam saat dimakan, bisa menjadikan kue imut nan manis ini sebagai salah satu kue favorit yang banyak penikmatnya.
‘Keinginan kursus ini selain mengisi waktu luang, juga penasaran bagaimana cara membuat macaron yang hasilnya berkaki. Pernah sekali bikin, tapi hasinya kurang memuaskan tidak seperti yang banyak dijual’ ungkap Ellent yang terpikat macaron dan rela datang jauh-jauh dari Solo untuk kursus di Akpar Majapahit Surabaya.
Dalam kursus privat ini, Ellent, Widya, dan Stefiny dipandu oleh Chef Simon Marga dan team. Kursus dimulai dengan diberikan penjelasan mengenai berbagai bahan yang akan digunakan sesuai resep. Setelah penjelasan, dilanjutkan dengan peserta praktik sendiri sambil dipandu proses pembuatannya, dengan demikian peserta akan mudah mengerti dan cepat terampil dalam membuat semua materi yang diajarkan tentang macaron.

Macaron Yang Gampang-Gampang Susah
Selain bentuknya imut dan warnanya menggemaskan, kue bercitarasa kombinasi manis dan gurih dari almond ini bisa dimodifikasi dengan berbagai macam rasa seperti cokelat, lemon, green tea, strawberry, dan lainnya.
Banyak yang bilang membuat macaron bukan hal yang mudah alias gampang-gampang susah. Sebenarnya tidak begitu, cara membuat macaron sangat sederhana dengan bahan dasar yang juga gampang dijumpai di toko kue. Hanya saja memang ada beberapa langkah-langkah yang harus diperhatikan saat pembuatan kue berbentuk bulat pipih ini agar mendapatkan hasil yang sempurna dan berkaki.
Membuat macaron membutuhkan ekstra ketelitian dan ketepatan dalam mengukur bahan, membuat adonan serta menentukan suhu oven yang tepat. Pastikan macaron tidak terlalu lama dipanggang karena akan membuat permukaannya akan retak dan pecah-pecah.‘ jelas Chef Simon
Jika sudah berkali-kali mencoba membuat kue imut ini tapi masih gagal, pasti ada hal yang terlewatkan. Kue berbahan dasar putih telur dan almond ini sebenarnya cukup mudah untuk dipraktekkan, hanya saja memang ada beberapa langkah-langkah yang tidak boleh diabaikan. Karena jika diabaikan, maka hasil yang bisa tidak maksimal bahkan mengecewakan.
Chef Simon pun menambahkan ‘Saat akan mengocok putih telur, pastikan wadah untuk mengocoknya harus benar-benar bersih dan terbebas dari minyak. Karena jika sampai terjadi hasil dari adonan tidak mengembang dengan sempurna.
Meski terdengar cukup rumit, bukan berarti pembuatan macaron tidak bisa dibuat sendiri di rumah. Di tempat kursus Akpar Majapahit Surabaya, peserta akan banyak diajari dan praktik sendiri proses membuat adonan dalam berbagai rasa dan variasi filling. Anda berminat ?... *Upi
Kampus Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya, ada di :
Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya Telp. 031-8433224, 8433225, 81639992, 081332003300, 0817321024, Fax. 031-8432050 (www.tristarculinaryinstitute.com)

Sekolah Chef Terbaik di Indonesia - Join Matoa - Jadilah Chef Handal 

Rabu, 10 Juni 2015

Kursus Martabak dan Terang Bulan Mini

Tristar Culinary Institute juga memberikan kursus mengenai pembuatan Terang Bulan, Martabak, dan Terang Bulan Mini. Materi yang diajarkan sudah mencakup mengenai teknik pembuatannya mulai dari resep adonan, isian, teknik mengolah adonan, sampai dengan penyajiannya.
Menu yang diajarkan antara lain adalah Terang Bulan dengan isi Coklat keju, Martabak beserta isinya, serta Terang Bulan Mini.
Peserta juga akan diberikan ilmu mengenai segala peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan terang bulan, terang bulan mini, maupun martabak.
Selain dibimbing oleh chef yang sudah ahli dalam bidangnya, para peserta juga diperbolehkan untuk mencoba dan praktek sendiri dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan oleh Tristar Culinary Institute.

Selasa, 09 Juni 2015

PELATIHAN MEMBUAT DONAT BAGI KORBAN NARKOBA DI TRISTAR CULINARY INSTITUTE




Berbagai program pelatihan ataupun kursus di Tristar Culinary Institute memang tak hanya sekedar diperuntukkan bagi peserta perseorangan namun juga menyediakan program kursus ataupun pelatihan yang pesertanya terdiri dari sebuah lembaga ataupun instansi tertentu. Hal ini ditunjukkan dengan diadakannya kursus cara membuat donat oleh Tristar Culinary Institute dengan peserta dari Yayasan Sosial Bina Hati-Surabaya.

Kursus kali ini tepatnya hari Selasa (22/06) diadakan di Tristar yang beralamatkan di Jl.Raya Jemursari 240 Surabaya.
Sebagai satu-satunya yayasan sosial yang membina para pecandu narkoba dan penderita HIV, Yayasan Bina Hati yang sudah berdiri sekitar 4,5 tahun lalu mengirimkan 10 orang peserta korban narkoba untuk mengikuti kursus ini. Program pelatihan oleh Yayasan Bina Hati yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Kota Surabaya di Tristar Culinary Institute kali ini dimaksudkan sebagai salah satu wujud pembinaan bagi para korban narkoba agar bisa membuka usaha sendiri. Sebagai program director Yayasan Bina Hati, Sudiro Husodo, SHI, SH memberikan penjelasannya. “Program ini diharapkan nantinya bisa berjalan dengan baik. Setelah mengikuti program pelatihan ini, para peserta akan dibantu oleh yayasan untuk membuka usaha sendiri. Sehingga akan mengurangi dampak pengangguran terhadap para korban narkoba yang sudah tidak mempunyai pekerjaan lagi akibat dikucilkan dari masyarakat”jelasnya.

Kursus yang mengambil tema donat ini dimulai pukul 13.30 WIB dengan beberapa materi yang diajarkan yaitu donat topping glazur, barliner, chocolate nut dan cornflake. Sebagai pengajar, Afif membuka acara kursus dengan memberikan penjelasan kepada peserta tentang berbagai bahan yang akan digunakan dalam pembuatan donat terlebih dahulu.Setelah penjelasan selesai disampaikan, Afif mulai memandu para peserta untuk praktik membuat adonan donat terlebih dahulu. Dengan semangat, para peserta mengikuti jalannya kursus ini.


Setelah adonan diuleni hingga kalis, maka adonan didiamkan terlebih dahulu hingga mengembang. Kemudian adonan yang mengembang tersebut baru digilas hingga tipis dan dipotong dengan cetakan bentuk ring atau cincin.

“Bapak dan Ibu sebaiknya gunakan cetakan donat yang berbahan plastik, karena cetakan dengan bahan aluminium biasanya akan cenderung lengket dengan adonan dan mengakibatkan adonan susah dikeluarkan dari cetakan”jelas Afif. Berbagai tips seputar pembuatan donat untuk usaha juga diberikan oleh Afif, sehingga diharapkan para peserta nantinya akan mendapatkan hasil jadi donat yang maksimal serta mempunyai nilai jual yang maksimal.


Adonan yang sudah dibentuk ini kemudian diistirahatkan kembali agar mengembang lagi. Dan setelah proses pengembangan ini, donat kemudian digoreng dengan minyak yang banyak dan api sedang. Peserta pelatihan ini tak hanya sekedar mendengarkan penjelasan saja melainkan juga ikut serta mempraktikkan materi yang diberikan mulai dari menimbang, membuat adonan, menggoreng hingga finishing yaitu memberikan topping pada donat.

Di akhir acara ini peserta merasa puas dengan mengikuti jalannya kursus ini dikarenakan suasananya menyenangkan, peserta ikut praktik bersama serta diajarkan oleh tenaga yang ahli di bidangnya. Dengan diadakannya kursus ataupun pelatihan para korban narkoba di Tristar Culinary Institute dengan harga khusus ini, tentu menjadi pembuktian bahwa Tristar Culinary Institute juga ikut peduli dengan berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat kita./nv

BELAJAR MEMBUAT RAMBAK CAKAR AYAM RENYAH di TRISTAR


Memasak mungkin sudah menjadi kegiatan sehari-hari, namun tidak semua orang dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai jenis makanan yang menjadi tren dan dijual di pasaran. Untuk itu Tristar sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan memberikan berbagai pilihan kursus kuliner yang bisa diikuti. Dan pada kesempatan kali ini Selasa (1/06), Tristar Home Industry Course yang beralamatkan di Jl. Rungkut Mapan Utara Blok CA No.24 Surabaya menyelenggarakan kursus pembuatan jamur crispy, rambak cakar ayam dan keripik bayam.
Acara kursus yang dimulai pada pukul 10 pagi ini diiukuti oleh 3 orang peserta yang datang dari Surabaya dan Gresik.

Materi yang pertama kali diajarkan oleh Endang sebagai pengajar adalah rambak cakar ayam. Cakar ayam kini memang tak hanya bisa kita nikmati sebagai makanan pendamping nasi atau sebagai lauk saja melainkan bisa juga kita nikmati sebagai camilan. Namun tak banyak orang yang tahu bagaimana cara membuatnya. Alasan inilah yang mendasari para peserta untuk mengikuti kursus ini. “Saya ingin sekali memanfaatkan ceker ayam untuk bisa lebih bermanfaat dan bisa diproduksi. Karena saya mempunyai usaha sebagai distributor daging sapi, ayam dan lainnya. Sehingga seringkali banyak cakar ayam yang terbuang. Nah, dengan kursus ini saya berharap nantinya bisa membuat rambak cakar ayam sehingga bisa menmbah nilai jualnya.”ujar Ibu Khusnul, salah seorang peserta.

Dalam pembuatan rambak cakar ayam ini, para peserta diajarkan mulai dari membersihkan cakar, merebusnya, cara menguliti cakar ayam, mengeringkan dan menggorengnya. Tidak hanya sekedar mendegarkan penjelasan saja, para peserta juga diajak untuk ikut praktik bersama-sama.


“Pilihlah cakar ayam yang ‘gemuk’, agar nantinya Anda tidak kesulitan mengulitinya dan juga akan berpengaruh pada hasil jadi rambak cakar ayam”jelas Endang.
Bahkan para peserta juga diajarkan mengeringkan cakar ayam dengan menggunakan oven blower. Hal ini ditujukan agar para peserta yang nantinya akan membuka usaha pembuatan rambak cakar ayam bisa tetap berproduksi meski tidak ada panas matahari untuk mengeringkan cakar ayam.



Sambil menunggu pengeringan cakar, Endang meneruskan dengan materi selanjutnya yaitu jamur crispy. Makanan ringan berbahan jamur ini, memang kini sedang menjadi tren di masyrakat. Tak hanya karena rasanya yang gurih, namun juga teksturnya yang renyah semakin membuat makanan ini digemari. Mula-mula jamur di suwir-suwir terlebih dahulu kemudian baru baru dicampurkan dengan bumbu dan tepung kemudian baru digoreng hingga kering.
Bila Anda menginginkan hasil pembuatan jemur crispy lebih awet dan maksimal maka sebaiknya minyak yang ada pada jamur yang sudah digoreng harus benar-benar tiris. Namun ada cara mudah untuk membuat minyak benar-benar tiris, salah satunya adalah dengan menggunakan alat peniris minyak. Para peserta diajak secara langsung melihat cara kerja alat ini, sehingga para peserta dapat langsung membandingkan hasil jamur crispy ini setelah ditiriskan dengan alat ataupun tidak. Bila jamur crispy benar-benar tiris dari minyak akan sedikit memperpanjang masa simpan, hal ini dikarenakan makanan yang diiproses dengan cara digoreng masa simpannya akan lebih pendek karena rasanya akan berubah menjadi tengik.

Berlanjut dengan materi yang terakhir adalah pembuatan keripik bayam. Masih dengan antusias para peserta mengikuti penjelasan dan langkah-langkah pembuatannya. Endang juga memberikan penjelasan mengenai cara pemilihan bayam. “Gunakan daun bayam yang lebar-lebar ya bu”ujarnya. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan adonan pencelupnya dan menggoreng bayam hingga kering. Masih sama dengan jamur crispy, setelah digoreng, keripik bayam harus benar-benar tiris sebelum disimpan ataupun dikemas.

Di akhir acara kursus, rambak cakar yang sudah dikeringkan kemudian digoreng. Ada tips khusus dalam menggoreng rambak cakar ayam ini, minyak yang digunakan untuk menggoreng haruslah benar-benar panas sehingga cakar ayam yang digoreng hasilnya akan mekar dengan sempurna dan hasilnya tidak liat.


Setelah semua materi selesai disampaikan, para peserta dapat langsung membawa pulang hasil jadi materi yang sudah dipraktikkan. Peserta mengaku puas mengikuti jalannya kursus ini karena berbagai hal yang menjadi pertanyaan peserta dapat terjawab. Selain itu, peserta juga dapat langsung ikut mempraktikkan materi yang diajarkan./nv

KURSUS ANEKA PUFF PASTRY RENYAH DAN BERLAPIS di TRISTAR CULINARY INSTITUTE



Selain roti, puff pastry merupakan salah satu produk bakery yang banyak diminati masyarakat kita. Untuk membuat makanan berlapis dan renyah ini memang tak mudah, apalagi bila kita belum mengetahui cara membuatnya. Alasan inilah yang menjadi dasar bagi para peserta untuk mengikuti kursus dengan tema aneka puff pastry. Kursus ini diadakan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya.


Kursus yang diadakan mulai pukul 13.30 WIB ini cukup banyak diminati sehingga tak kurang dari 9 orang peserta mengikutinya. Adapun materi yang diajarkan dalam kursus aneka puff pastry ini adalah cara membuat adonan puff pastry beserta beberapa variasinya yaitu soujisbrooth, apple & raisin puff dan cream horn atau yang biasa disebut kue cum-cum. Tidak hanya sekedar mendengarkan penjelasan ataupun melihat proses pembuatannya dari pengajar, namun dalam kursus ini para peserta juga ikut diajak untuk langsung praktik bersama. Sehingga dengan cara ini, diharapkan para peserta kursus akan lebih memahami dan nantinya bisa mempraktikkannya sendiri di rumah.

Sebelum mempraktikkan materi kursus, terlebih dahulu Pak Otje selaku pengajar memberikan penjelasan mengenai berbagai bahan yang digunakan dalam praktik sekaligus proses membuatnya.


Setelah itu, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diberikan tugas untuk menyiapkan bahan satu macam resep sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Dengan cekatan, para peserta langsung menuju ke meja praktik yang semua bahan-bahan dan peralatannya sudah disediakan.

Bila semua bahan telah siap, maka pengajar akan langsung memberikan contoh bagaimana cara membuatnya. Setelah itu, para peserta dapat langsung mempraktikkannya. Adonan puff pastry pada dasarnya hampir sama dengan pembuatan adonan roti, hanya saja adonan puff pastry perlu diberikan olessan korsvet/pastry margarin dalam adonannya. Kemudian adonan ini dilipat dan digilas beberapa kali hingga membentuk adonan berlapis-lapis setelah dioven.
Dengan sangat bersemangat para peserta menyimak dengan serius semua penjelasan pengajar sekaligus memperhatikan dengan serius segala hal yang sudah dicontohkan. Hingga akhirnya masing-masing peserta bisa mempraktikkan sendiri dan tentunya dengan pengawasan pengajar. Setelah beberapa saat, akhirnya adonan puff pastry bisa digunakan untuk membuat berbagai variasi bentuk dan isi.


Adonan kemudian dibentuk hingga menyerupai kerucut, segitiga dan kotak. Setelah itu adonan kulit diisi oleh masing-masing adonan isi. Tak lupa Pak Otje sebagai pengajar juga memberikan berbagai contoh dan tipsnya. Para peserta yang mayoritas perempuan ini bahkan rela menggilas adonan dengan manual agar cepat bisa. “Saya ingin sekali membuat puff pastry tapi waktu saya buat tidak pernah jadi. Dengan mengikuti kursus yang ada di Surabaya ini berharap nanti bisa membuat puff pastry sendiri ketika di Bali. Karena rumah saya ada di Bali.”ujar Ibu Susanti dari Bali.

Begitu seluruh adonan sudah dibentuk, maka berlanjut ke proses selanjutnya yaitu proses pemanggangan atau peng-ovenan hingga kue matang. Dan setelah diangkat dari oven, terlihat hasil jadi puff pastry.
Hasilnya pun tak kalah dengan buatan bakery, puff pastry renyah dan berlapis. Para peserta yang mengikuti jalannya kursus ini mengaku cukup puas karena kursus ini diajarkan oleh tenaga yang professional di bidangnya, peserta diajak untuk ikut bersama dan tak lupa peserta dapat membawa pulang hasil jadi makanan yang sudah dipraktikkannya./nv